Posted by : Saiful Anwar
Kamis, 04 Januari 2018
TUGAS 2
INDIVIDU
REPUBLIKA.CO.ID, GENEVA -- Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) merevisi pertumbuhan perdagangan global 2017 dari 2,4 persen menjadi 3,6 persen. Revisi ini menyusul adanya percepatan pertumbuhan perdagangan global yang cukup tajam di paruh pertama 2017.
Seperti dilansir Xinhua, Jumat (22/9), para ekonom WTO
mengatakan, pertumbuhan yang cukup tinggi di paruh pertama 2017 disebabkan oleh
adanya peningkatan arus perdagangan intre-regional Asia. Selain itu, permintaan
impor di Amerika Utara juga mulai pulih. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di Cina
dan Amerika Serikat mendorong permintaan impor. Hal ini yang menimbulkan
terjadinya peningkatan perdagangan intra-Asia, karena permintaan ditransmisikan
melalui rantai pasok global.
Permintaan Cina pada semester pertama 2017 didorong
oleh pertumbuhan industri dan jasa. Selain itu, kondisi keuangan di Asia juga
membaik sehingga memberikan kontribusi terhadap kepercayaan bisnis.
Namun, WTO memperkirakan laju pertumbuhan perdagangan
yang cepat pada tahun ini tidak akan berlanjut. Pada 2018 diperkirakan
pertumbuhan perdagangan akan moderat di sekitar 3,2 persen. Direktur Jenderal
WTO Roberto Azevedo mengatakan, risiko substansial yang mengancam ekonomi dunia
akan tetap ada dan dapat memberikan risiko terhadap perdagangan di masa depan.
"Risiko ini mencakup pembatasan perdagangan,
meningkatnya ketegangan geopolitik, dan meningkatnya jumlah korban ekonomi akibat
bencana alam," ujar Azevedo.
Azevedo meminta kepada seluruh negara agar tidak
melakukan proteksionisme perdagangan. Diharapkan seluruh negara dapat
meningkatkan kerja sama perdagangan dengan mitra mereka masing-masing, sehingga
dapat menciptakan win win solution.
Solusi : pihak WTO harus
lebih memperhatikan impor yang dilakukan setiap negara dan harus bisa juga
untuk mengkontrol impor suatu negara agar tidak berlebihan atau melonjak tinggi
seperti yang dilakukan cina dan amerika. Ketika, impor melonjak akan terjadi
kenaikan dan menyebabkan risiko yang mengancam ekonomi dunia.
Daftar Pustaka :
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/17/09/22/owo7oa335-wto-revisi-pertumbuhan-perdagangan-2017