TUGAS SOFTSKILL
Nama : Saiful Anwar
KELAS : 1EA35
NPM : 19214939
MANAJEMEN
Universitas Gunadarma
2014
Manusia Dan Cinta Kasih
A. Pengertian Cinta
Kasih
Cinta adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup
(manusia). Sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap
makhluk hidup (manusia). Jadi Cinta Kasih dapat diartikan suatu perasaan
manusia yang berdasar pada ketertarikan antar makhluk hidup (manusia) dengan
didasari pula rasa belas kasih. Victor Hago menyimpulkan, “mati tanpa
cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa”. Dan Erich
Fromm dalam bukunya menyebutkan, “cinta itu yang paling utama adalah
memberi, bukan menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang
sifatnya manusiawi, bukan material. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari
kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih sayanglah yang
akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu arti cinta
yang sesungguhnya. Setiap orang memang mempunyai pengertian cinta yang berbeda,
tergantung individu itu sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman
yang ia alami.
Dr. Sarwito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta
memiliki 3 unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Ketertarikan
adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia.
Keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan
bahwa seseorang itu dengan seseorang lainnya sudah tidak ada jarak lagi.
Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin mengenal lebih dekat dengan
seseorang yang dekat dengan kita. Biasanya kemesraan ditunjukkan dengan
perilaku saling bersentuhan maupun dengan ucapan atau kata-kata yang lebih
mendalam.
B. Cinta Menurut Ajaran
Agama
Dalam ajaran agama Islam, terutama yang di jelaskan dalam
Al-Qur’an, cinta memiliki beberapa pengertian.
1. Cinta Rahmah, cinta
penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi.
2. Cinta Mawaddah, cinta
yang menggebu-gebu atau cinta yang membara.
3. Cinta Mail, cinta yang
hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin meminta perhatian
dari banyak orang hinggal hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Contohnya
adalah poligami (ketika kita sedang jatuh cinta kepada yang lebih muda, yang
tua (lama) tidak diperhatikan lagi).
4. Cinta Shobwah, cinta
yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak (secara tidak sadar
dia tidak tahu apa yang telah ia perbuat). Cinta jenis ini sering dikatakan
cinta buta.
5. Cinta Kulfah, perasaan
cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif, meski itu
sulit untuk dijalani.
Dalam agama Islam, sebenarnya cinta tidak diperbolehkan,
karena belum mukhrim. Karena belum boleh mencintai dan memiliki lawan jenis
sebelum menikah. Pacaran pun sebenarnya dilarang.
Dalam agama Islam, cinta yang dimaksudkan adalah cinta
terhadap Allah S.W.T, cinta terhadap orang tua, cinta terhadap sesama manusia
(rasa belas kasih), cinta terhadap semua makhluk ciptaan-Nya.
Cinta Menurut Agama
Kristen (Protestan & Katholik)
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan
tindakan (1 Yoh 3:18)
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor
13:3)
1. Cinta Menurut Agama
Hindu
Cinta adalah perasaan pada kesenangan, kesetiaan, kepuasan
terhadap suatu obyek. Sedangkan kasih adalah perasaan cinta yang tulus lascarya
terhadap suatu obyek. Obyek dari cinta kasih itu adalah semua ciptaan Sanghyang
Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa.
Ciptaan Tuhan dapat digolongkan dalam tingkatan sesuai
eksistensinya atau kemampuannya yaitu:
a. Eka pramana
ialah makhluk hidup yang hanya memiliki satu aspek kemampuan berupa
bayu/tenaga/ hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.
b. Dwi pramana ialah
makhluk hidup yang memiliki dua aspek kemampuan berupa bayu dan sabda/bicara,
seperti hewan/binatang.
c. Tri pramana
ialah makhluk hidup yang memiliki tiga aspek kemampuan berupa bayu, sabda dan
ide/pikiran, seperti manusia.
2. Cinta menurut agama
Budha
Dalam Nikaya Pali, yaitu Dhammapada ada satu bab yang diberi
judul Piya Vagga yang berarti kecintaan. Begitu pula dalam Majjhima Nikaya
terdapat sutta yang berjudul Piyajatika Sutta yaitu khotbah tentang orang-orang
tercinta.
Dalam Bahasa Pali juga ditemukan beberapa istilah cinta,
seperti: piya, pema, rati, kama, tanha (jawa trenso), ruci, dan sneha yang
memiliki arti: rasa sayang, kesenangan, cinta kasih sayang, kesukaan, nafsu indera
(birahi), kemelekatan, dsb, yang terjalin antara dua insan berbeda jenis atau
cinta dalam lingkup keluarga.
C. Kasih Sayang
Kasih sayang adalah perasaan cinta untuk saling menghormati,
mengasihi, menyayangi semua makhluk ciptaan Tuhan.
Kasih sayang adalah faktor penting dalam suatu kehidupan.
Karena jika kita memiliki cinta namun tidak berdasar pada kasih sayang, maka
seseorang tersebut tidak mengerti apa itu cinta yang sesungguhnya, cinta
terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Maka perasaan cinta harus didasari oleh kasih
sayang atau belas kasih.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya
perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan kasih yang telah
mendalam. Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria dan wanita atau suami dan
istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia.
Yose Ortega Y Gasset dalam novelnya ‘On Love’ mengatakan,
“di kedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat
dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan
melibatkan seluruh eksistensinya”.
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pecinta tidaklah akan
kehilangan pribadinya dalam aliran energy cinta tersebut. Malahan pribadinya
akan diperkaya dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi
seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau
kemesraan. Kemesraan merupakan perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreatifitas manusia. Dengan kemesraan seseorang dapat
menciptakan bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakat. Dapat dituangkan
dalam berbagai macam seni misalnya seni tari, seni musik, dsb.
Dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari
kemesraan seperti tari Karonsih dan Gatotkaca Gandrung dari Jawa Tengah, tari
Merak dari Jawa Barat. Biasanya seni tari disajikan dalam upacara pernikahan.
E. Pemujaan
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia terhadap Tuhan.
Kecintaan manusia terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupaan
manusia. Hal ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna
kehidupaan yang sebenarnya. Penyebab hal tersebut terjadi karena Tuhan pecipta
alam semesta. Seperti dalam surat Al-furqan ayat 59-60 yang menyatakan: “dia
yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apanya diantara keduanya dalam 6
rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgah sananya. Dia maha
pengasih, maka tanyakanlah kepadaNya tentang soal-soal apa yang perlu
diketahui.” Selanjutnya ayat 60, “bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada
Tuhan yang Maha Pengasih.”
Kalau manusia cinta kepada Tuhan karena Tuhan sungguh maha
Pengasih dan Maha Penyayang. Kecintaan manusia itu dimanivestasikan dalam
bentuk pemujaan atau sembahyang. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara
pemujaan sesuai dengan agama,kepercayaan,kondisi dan situasi. Sembahyang
dirumah, dimasjid, digereja,dipura,dicandi, bahkan ditempat yang dianggap
keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan. Oleh karena itu, pemujaan
ini sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal itu
berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya,mohon perlindungan,mohon
dilimpahkan kebijaksanaan,dsb.
Pemujaan dapat menimbulkan daya kreatifitas pecintanya
dengan cara mencipta. Banyak kita temui Arca-arca yang menggambarkan dewa-dewa
yang dipuja dalam kesenian pahat.
Seni tari pun ada pula yang bersifat mengagungkan nama Tuhan
atau yang dianggap “Tuhan”. Misalnya Tari Sanghyang Dedari dan Tari Sangyang
Jaran di Bali adalah Tarian yang bersifat Keagamaan. Tarian ini hanya ditarikan
pada upacara agama, tidak boleh ditonton oleh para turis, penontonnya pun
terbatas serta ditarikan pada dini hari tidak sembarang waktu.
Di Jawa pemujaan diungkapkan dalam bentuk wayang kulit. Dalang
wayang kulit dianggap orang lebih daripada orang awam.
Dalam seni musik, banyak didendangkan lagu yang bersifat
mengagungkan nama Tuhan. Lagu-lagu keagungan Tuhan bukan hanya terdapat dalam
agama Kristen atau Katholik saja, gama Islam,agama Hindu dan Agama Buddha pun
mengenal lagu-lagu keagungan Tuhan. Bahkan lagu modern pun ada lagu yang
mengagungkan nama Tuhan.
F. Belas Kasihan
Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul akibat
melihat penderitaan orang lain. Rasa belas kasihan membuat orang-orang merasa
iba sehingga ingin menolong atau memberikan sesuatu yang bisa membahagiakan
atau meringankan beban orang-orang yang mengalami kesulitan atau musibah.
Belas kasihan juga dilandaskan dengan rasa kasih sayang
sesama manusia. Jadi sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong
untuk meringankan beban setiap orang yang mengalami kesulitan. Sehingga setiap
orang dapat merasakan kebahagiaan.
Belas kasihan dapat menimbulkan daya kreatifitas yang
berarti orang yang dapat berbuat,berkarya,mencipta,dsb. Kreatifitas itu bisa
dalam bentuk seni yaitu seni suara,seni sastra,dll.
G. Cinta Kasih Erotis
Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antar
orang yang sama dan sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih
terhadapa orang lemah yang tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara
keduanya tetapi mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak
terbatas hanya seorang saja. Berlawanan dengan 2jenis cinta kasih diatas adalah
cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan
dengan seseorang lainnya.
Cinta kasih erotis seringkali dicampur baurkan dengan
pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Mulai dari pengalaman intimitas,
kemesraan yang tiba-tiba atau sementara saja. Cinta kasih erotis adalah rasa
cinta yang dipenuhi oleh nafsu dan rasa ingin lebih memiliki lebih.
H. Studi Kasus
1. Kasus Pertama
Cinta merupakan suatu hal yang sulit untuk dijelaskan.
Setiap orang pasti memilki pengertian atau presepsi yang berbeda soal cinta.
Cinta itu ibarat air hujan yang semua orang tidak dapat memprediksi datangnya
dan juga akan turun ke semua orang. Cinta tidak hanya cinta kepada lawan jenis
tetapi juga cinta kepada hewan, tumbuhan, uang, dan masih banyak lagi.
Dizaman yang sudah era globalisasi ini, cinta merupakan hal
yang biasa. Bahkan anak yang masih ingusan pun mengerti tentang cinta walaupun
mereka tidak tahu makna sebenarnya tentang cinta. Pacaran pun
terkadang orang membuktikan dengan cinta. “Kalau Cinta sudah melekat tai
kucing rasa coklat”, maksudnya adalah jika seseorang sudah terjangkit dengan
yang namanya virus cinta pasti di dapat melakukan segala hal untuk cintanya
itu. Tetapi apakah makna sejati tentang cinta ? Tidak ada Cinta sejati didunia
hanya cinta Tuhan kepada umatnya dan cinta orangtua kepada anaknya. Tanpa cinta
hidup kita tak akan menjadi indah.
Seringkali orang salah mengartikan Cinta, banyak pula anak –
anak yang tidak merasakan kasih sayang.
2. Kasus Kedua
Studi kasus cinta dan kasih diambil dari certia anak jalanan
yang kurang bahkan tidak pernah merasakan rasa cinta dan kasih. Banyak
sekali anak jalanan yang terlahir tanpa orang tua, atau terlahir mempunyai
orang tua yang tidak pernah memberikan mereka rasa kasih sayang. Karena mereka
tidak pernah merasakan rasa cinta dan kasih dari orang terdekat mereka, mereka
kadang suka berprilaku tidak sopan terhadap orang lain. Orang-orang seperti ini
harus lebih diperhatikan dan diberi pengertian karena mereka dapat juga
merugikan orang lain. Seperti contohnya mereka akan melakukan hal tercela yang
dapat menyakiti perasaan orang lain tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka
sakiti hatinya karena mereka sendiri pun tidak mengerti apa arti cinta dan
kasih sayang. Anak-anak seperti ini harus diarahkan dan dibimbing, diberi tahu
dan diberi cinta dan kasih sayang. Dengan memperhatikan mereka, mengajari
mereka, mengasihi mereka, pelan namun pasti mereka pasti akan mengerti dan
merasakan kenyamanan dalam hidupnya yang selama ini selalu dipenuhi dengan rasa
dengki terhadap orang lain. Dunia ini akan indah jika kita semua yang hidup
didunia ini memiliki rasa cinta dan kasih terhadap sesama manusia, menghargai,
memberi dan mengasihi sesama manusia, maka dunia akan terasa nyaman dan damai
karen penuh cinta dan kasih sayang.
Sumber :